Pembantaian Timor Timur (The East Timor Massacre)

This book reveals the terrible facts of political conflicts covered by the issue of human rights crimes, the spirit of Indonesian nationalism and the global interests that play in East Timor. With an investigative writing style the author presented a wave of violence and the process of East Timor’s political turmoil throughout 1999. The East Timor period was at stake, attracting the global and domestic interests of Indonesia that led to the mass slaughter of the East Timorese people. In an investigative report presented by the Commission of Inquiry on Human Rights Violations (KPP HAM) of East Timor established by the National Commission on Human Rights (Komnas HAM) reported the existence of a conspiracy that became the basis for violence which then occurred systematically and widespread. At a time when the Indonesian people are mobilized in such a way that the problem of East Timor is separatism against the nationalists. And the empirical facts presented by the author are very detailed because the author was in the midst of chaos and mass amok in 1999.

This book contains 10 chapters including the epilogue. The disclosure of cases of massacres and crimes against humanity that occurred in East Timor has occurred since 1975 to 1999. The incident stems from the Indonesian military operation on 7 December 1975 to the area of ??14,615 square kilometers or 0.76 percent of the area of ??Indonesia. It has since emerged what is known as the “East Timor problem”, including mass murder in Lacluta in 1981 and Kraras in 1983, the massacre at the Santa Cruz cemetery, and its peak in 1999. Narratives of humanitarian offenses and domestic and foreign political settings are described straightforwardly in this book. So readers can understand East Timor’s events in a broad perspective. Which would roughly unravel the reader’s critical awareness of the East Timor issue.

…………………………..

Buku ini mengungkap fakta buruk konflik politik yang diselimuti oleh issu kejahatan HAM, semangat nasionalisme Indonesia dan kepentingan global yang bermain di Timor Timur. Dengan gaya penulisan investigatif penulis menyajikan gelombang kekerasan dan proses gejolak politik Timor Timur sepanjang 1999. Masa itu Timtim dipertaruhkan, tarik menarik kepentingan global dan domestik Indonesia yang berujung pembantaian massal rakyat Timtim. Dalam laporan investigasi yang disajikan oleh Komisi Penyelidik Pelanggaran Hak Asasi Manusia (KPP HAM) Timor-Timur yang dibentuk Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KOMNAS HAM) melaporkan adanya persekongkolan yang menjadi dasar bagi aksi kekerasan yang kemudian terjadi secara sistematis dan meluas. Pada saat yang masyarakat Indonesia di mobilisasi sedemikian rupa bahwa problem Timtim adalah separatisme melawan nasionalis. Dan fakta empirik ditampilkan oleh penulis sangat detail karena penulis berada di tengah kekacauan dan amuk massa pada 1999 itu.

Buku ini memuat 10 bab termasuk epilog. Yang mengungkap kasus-kasus pembantaian dan kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Timtim sudah terjadi sejak 1975 sampai 1999. Kejadian itu bermula dari operasi militer Indonesia pada 7 Desember 1975 ke wilayah seluas 14.615 kilometer persegi atau 0,76 persen dari luas Indonesia itu. Sejak itu muncul apa yang dikenal sebagai “masalah Timor Timur”, termasuk pembunuhan masal di Lacluta pada 1981 dan Kraras pada 1983, pembantaian di pekuburan Santa Cruz, dan puncaknya pada 1999. Narasi-narasi pelanggaran kemanusiaan dan setting politik dalam dan luar negeri di gambarkan secara lugas dalam buku ini. Sehingga pembaca dapat memahami dperistiwa Timtim dalam prespektif yang luas. Yang kira-kira akan mampu membongkar kesadaran kritis pembaca soal isu Timtim.

 



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *